Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Membangun Manusia yang Sadar

“Mungkin kita terlalu sering membicarakan bagaimana Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2045. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah manusia yang akan membangun Indonesia saat itu juga sedang dipersiapkan?”

Mungkin tulisan ini juga lahir dari perjalanan saya sendiri. Di usia 40 tahun, saya memutuskan kembali duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa Psikologi. Bukan karena mengejar gelar atau ingin mencari pekerjaan baru, tetapi karena saya mulai menyadari bahwa belajar adalah proses yang tidak pernah selesai. Semakin banyak saya belajar, justru semakin saya sadar bahwa membangun masa depan bangsa tidak hanya dimulai dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari kesediaan setiap orang untuk terus bertumbuh sebagai manusia.

Indonesia memiliki cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. Berbagai pembahasan sering menyoroti bonus demografi, kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI), pembangunan infrastruktur, hingga pertumbuhan ekonomi. Semua itu tentu penting. Namun menurut saya, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu kualitas manusia yang akan menjalankan semua pembangunan tersebut.

Saya percaya bahwa kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya alam yang dimiliki atau seberapa canggih teknologinya. Pada akhirnya, semua itu tetap dikelola oleh manusia. Karena itu, membangun manusia seharusnya menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan membangun berbagai aspek lainnya.

Indonesia emas 2045 asta gatraDalam materi Pendidikan Kewarganegaraan dijelaskan bahwa ketahanan nasional Indonesia dibangun melalui konsep Asta Gatra, yang terdiri dari Tri Gatra dan Panca Gatra. Tri Gatra meliputi kondisi geografis, sumber daya alam, dan penduduk, sedangkan Panca Gatra meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kedua aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun kekuatan bangsa.

Menurut saya, jika diperhatikan lebih dalam, seluruh aspek Panca Gatra pada akhirnya dijalankan oleh manusia. Ideologi dijalankan oleh manusia. Politik dijalankan oleh manusia. Ekonomi digerakkan oleh manusia. Budaya diwariskan oleh manusia. Bahkan pertahanan negara pun dijalankan oleh manusia. Artinya, kualitas manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kuat atau lemahnya ketahanan nasional.

Di sinilah saya merasa bahwa pembahasan mengenai kesadaran menjadi relevan.

Ketika mendengar kata kesadaran, mungkin sebagian orang langsung membayangkan meditasi atau mindfulness. Padahal menurut saya maknanya jauh lebih sederhana. Kesadaran adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dirinya sendiri, memahami apa yang sedang ia lakukan, menyadari dampak dari tindakannya, dan mau terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Sering kali kita berharap anak-anak menjadi generasi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Namun di sisi lain, kita sebagai orang dewasa juga masih terus belajar mengendalikan emosi, belajar mendengarkan orang lain, belajar menerima perbedaan pendapat, bahkan belajar bertanggung jawab terhadap tindakan kita sendiri.

Menurut saya, anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang kita katakan, tetapi lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Mereka melihat bagaimana orang tua menyelesaikan masalah, bagaimana guru memperlakukan muridnya, bagaimana pemimpin bersikap, bahkan bagaimana masyarakat saling menghargai di media sosial. Tanpa disadari, semua itu menjadi pendidikan karakter yang berlangsung setiap hari.

Karena itu saya merasa bahwa mempersiapkan Indonesia Emas 2045 sebenarnya bukan hanya tentang mempersiapkan anak-anak, tetapi juga tentang mempersiapkan orang dewasa yang hari ini menjadi contoh bagi mereka.

Kita sering mengatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Hal tersebut memang benar. Namun menurut saya, kekayaan alam saja belum tentu menghasilkan kesejahteraan apabila kualitas sumber daya manusianya belum berkembang dengan baik. Sumber daya alam dapat habis, tetapi manusia yang memiliki karakter, pengetahuan, dan kesadaran akan selalu mampu menciptakan solusi baru bagi bangsanya.

Saya juga melihat bahwa kesadaran memiliki hubungan dengan hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa. Kesadaran untuk menghargai perbedaan akan memperkuat persatuan. Kesadaran untuk terus belajar akan meningkatkan kualitas pendidikan. Kesadaran untuk bekerja dengan jujur akan memperkuat ekonomi. Kesadaran menjaga lingkungan akan membantu menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Bahkan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi juga menjadi bagian penting dalam membangun bangsa.

Indonesia Emas 2045 KesadaranMenurut saya, Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang menjadi negara yang kaya atau maju secara teknologi. Indonesia Emas juga berarti memiliki masyarakat yang semakin dewasa dalam berpikir, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, memiliki integritas, dan terus bertumbuh sebagai manusia.

Perubahan besar sering kali dimulai dari perubahan yang kecil. Sebelum berharap bangsa ini berubah, mungkin kita dapat memulainya dari diri sendiri. Menjadi orang tua yang terus belajar. Menjadi guru yang memberi teladan. Menjadi pemimpin yang jujur. Menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Karena ketika semakin banyak manusia yang bertumbuh, saya percaya bangsa ini pun akan ikut bertumbuh.

Pada akhirnya, saya melihat bahwa Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang apa yang akan kita capai dua puluh tahun mendatang. Indonesia Emas sedang dibangun hari ini, melalui keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.

Saya tidak tahu seperti apa Indonesia pada tahun 2045 nanti. Mungkin saya sudah berusia 60 tahunan saat itu. Namun saya berharap, ketika melihat generasi berikutnya tumbuh, saya bisa mengatakan bahwa saya pernah ikut mengambil bagian, meskipun hanya dengan satu langkah sederhana: memilih untuk terus belajar dan terus bertumbuh sebagai manusia.

gambar Indonesia Emas 2045-1